HIV Tumbuh Subur di Balam

Redaksi Harian Kandidat - Minggu, 22 Feb 2026 - 20:12 WIB
HIV Tumbuh Subur di Balam
Ketua Komisi IV DPRD kota Bandar Lampung, Asroni Paslah - Yudi
Advertisements

HARIANKANDIDAT.CO.ID – Meningkatnya kasus Human Immunodeficiency Virus (HIV) di kota tapis berseri dinilai sebagai peringatan serius bagi pemerintah untuk segera melakukan pencegahan.

Ketua Komisi IV DPRD kota Bandar Lampung Asroni Paslah mengatakan, bahwa kondisi direspons melalui kebijakan yang lebih kuat, sistematis, dan berdampak nyata.

"Tingginya angka kasus HIV ini tidak boleh dinormalisasi. Ini adalah alarm keras bagi tata kelola kesehatan masyarakat yang harus dijawab dengan langkah luar biasa," tegasnya. Minggu (22/02)

Menurutnya, penanganan HIV/AIDS tidak cukup dilakukan melalui program rutin atau kegiatan seremonial.

“Pemerintah daerah harus memperkuat strategi pencegahan, memperluas cakupan deteksi dini, memastikan kesinambungan terapi antiretroviral (ARV), serta membangun sistem edukasi publik yang efektif dan berkelanjutan,” ucapnya

Ia menegaskan, bahwa pengendalian HIV/AIDS bukan semata tanggung jawab teknis Dinas Kesehatan Kota Bandar Lampung, melainkan menjadi tanggung jawab kolektif pemerintah daerah yang memerlukan keterlibatan lintas sektor.

“Mulai dari pendidikan, sosial, kepemudaan, hingga pendekatan berbasis komunitas,” urainya

Ia mengungkapkan, komitmennya untuk memperketat pengawasan terhadap implementasi program penanggulangan HIV/AIDS, mendorong penguatan kebijakan daerah yang lebih adaptif, mengawal efektivitas anggaran kesehatan, serta menuntut perluasan edukasi publik yang terukur dan berkelanjutan.

Ia juga menekankan, pentingnya pendekatan yang berimbang antara ketegasan kebijakan dan perlindungan kemanusiaan bagi orang dengan HIV/AIDS (ODHA).

"Kita harus tegas pada kebijakan dan strategi, namun tetap humanis terhadap ODHA. Negara hadir untuk melindungi, bukan menstigma," ujarnya.

Ia mengajak, seluruh elemen masyarakat untuk memandang HIV/AIDS sebagai persoalan kesehatan publik yang memerlukan literasi, empati, dan langkah preventif, bukan semata persoalan moral.

"Jika kita abai hari ini, maka beban sosial, ekonomi, dan kesehatan di masa depan akan jauh lebih berat," pungkasnya.

(Yud)

Advertisements
Share:
Editor: Redaksi Harian Kandidat
Source: Harian Kandidat

BACA JUGA

Advertisements

BERITA POPULER

  1. #1
  1. #2
  1. #3
  1. #4
  1. #5
Advertisements

BERITA TERBARU

Advertisements

BERITA PILIHAN

Advertisements

TAG POPULER

  1. #1
  1. #2
  1. #3
  1. #4
  1. #5
Advertisements

VIDEO TERBARU

Advertisements
© 2024 Hariankandidat.co.id. All Right Reserved.