HARIANKANDIDAT.CO.ID - Pemerintah Kota Bandar Lampung menyampaikan duka mendalam atas meninggalnya seorang anak berusia 10 tahun bernama Satria yang menjadi korban hanyut saat banjir melanda wilayah Rajabasa.
Peristiwa tersebut terjadi ketika hujan deras mengguyur kawasan tersebut pada Jumat, 6 Maret 2026.
Wali Kota Bandar Lampung, Eva Dwiana, menyampaikan belasungkawa kepada keluarga korban atas musibah yang terjadi. Ia berharap keluarga yang ditinggalkan diberikan kekuatan dan ketabahan menghadapi cobaan tersebut.
"Kami turut berduka cita atas kejadian ini. Semoga almarhum diterima di sisi Tuhan Yang Maha Esa dan keluarga yang ditinggalkan diberikan kesabaran serta ketabahan," kata Eva Dwiana saat meninjau lokasi Banjir.
Sebagai bentuk kepedulian pemerintah daerah, Eva Dwiana menyerahkan santunan kepada keluarga korban berupa bantuan uang tunai sebesar Rp 10 juta serta beras untuk membantu kebutuhan sehari-hari keluarga yang ditinggalkan.
Selain memberikan santunan, Pemerintah Kota Bandar Lampung juga memberikan perhatian terhadap kondisi kesehatan orang tua korban yang diketahui sedang sakit. Pemerintah kota kemudian merujuknya ke RSUD Dr. A. Dadi Tjokrodipo agar mendapatkan penanganan medis yang lebih optimal.
Tidak hanya kepada keluarga korban, Pemkot Bandar Lampung juga menyalurkan bantuan logistik bagi warga yang terdampak banjir di wilayah Rajabasa dan sekitarnya, termasuk di kawasan Way Halim.
Bantuan yang diberikan berupa makanan siap saji serta sejumlah kebutuhan pokok bagi masyarakat yang terdampak.
Eva menegaskan bahwa pemerintah kota akan terus hadir membantu masyarakat yang sedang mengalami musibah, baik melalui bantuan materi maupun dukungan moral.
"Bantuan ini bukan hanya sekedar materi, tetapi juga bentuk kepedulian dan dukungan dari pemerintah kepada warga yang sedang menghadapi bencana," ujarnya.
Diketahui, peristiwa nahas tersebut terjadi sekitar Jalan Kapten Abdul Hak, Gang Ibrahim, Kelurahan Rajabasa, Kecamatan Rajabasa. Saat kejadian, korban dilaporkan sedang bermain dan mandi hujan di sekitar lokasi.
Diduga korban terpeleset dan terjatuh ke saluran drainase yang saat itu dipenuhi aliran air deras akibat hujan lebat, hingga akhirnya terbawa arus.
Setelah menerima laporan, tim gabungan langsung melakukan upaya pencarian di lokasi kejadian. Tim yang terlibat berasal dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (Basarnas), Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan, Satuan Polisi Pamong Praja, Bhabinkamtibmas, serta Taruna Siaga Bencana (Tagana).
Petugas menyisir saluran drainase serta aliran air di sekitar lokasi untuk menemukan korban yang diduga terseret arus saat hujan deras mengguyur kawasan tersebut.
(JML)