HARIANKANDIDAT.CO.ID – Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Cabang Provinsi Lampung meminta Polda Lampung mengusut pemodal dan pengendali tambang emas ilegal di Kabupaten Way Kanan.
HMI Cabang Provinsi Lampung Tohir Bahnan Al-Fatih mengatakan, langkah penindakan tidak boleh berhenti pada pelaku lapangan semata. Aparat penegak hukum harus mengusut tuntas hingga ke aktor intelektual yang diduga berada di balik aktivitas tambang ilegal tersebut.
“Kami meminta agar persoalan ini dituntaskan secara menyeluruh, mulai dari pelaku di lapangan hingga pihak yang menjadi pemodal dan pengendali. Jangan sampai ini hanya menjadi pencitraan,” kata Tohir. Minggu (05/04)
Selain itu, kata Tohir, dugaan keterlibatan pihak-pihak dalam distribusi bahan bakar minyak jenis solar yang digunakan untuk operasional alat berat di lokasi tambang.
“Banyaknya alat berat yang diamankan menunjukkan adanya pasokan BBM dalam jumlah besar yang perlu ditelusuri lebih lanjut, Kami mendesak Polda Lampung untuk mengusut tuntas penyuplai BBM. Aktivitas tambang ilegal tidak mungkin berjalan tanpa dukungan logistik yang kuat,” ungkapnya.
Tohir mengungkapkan, bahwa jika penanganan kasus ini tidak dilakukan secara serius dan transparan, pihaknya siap menggelar aksi besar-besaran sebagai bentuk tekanan publik.
“Membela rakyat dan menjaga lingkungan adalah komitmen kami. Jika kasus ini tidak dituntaskan sampai ke akar, kami akan melakukan gerakan besar,” tegasnya.
Di sisi lain, Tohir berharap, dukungan dari lembaga legislatif, khususnya Komisi III DPR RI. Mereka meminta Habiburokhman untuk memanggil Kapolda Lampung guna meminta penjelasan terkait penanganan kasus tambang emas ilegal di Way Kanan.
“Kami tengah melakukan kajian mendalam terhadap persoalan tersebut. Jika dorongan publik dan pemberitaan media tidak direspons dengan serius, kami memastikan akan menggelar aksi lanjutan dengan skala yang lebih besar sebagai bentuk kontrol sosial terhadap penegakan hukum di Lampung,” tandasnya.
(Hen)