Hujan Deras di Bandar Lampung Berujung Tragedi

Redaksi Harian Kandidat - Rabu, 15 Apr 2026 - 20:50 WIB
Hujan Deras di Bandar Lampung Berujung Tragedi
Kantor Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Bandar Lampung - Harian Kandidat
Advertisements

HARIANKANDIDAT.CO.ID - Hujan deras yang mengguyur Kota Bandar Lampung sejak Selasa (14/4/2026) malam berubah menjadi tragedi. Seorang warga dilaporkan meninggal dunia setelah terjebak banjir dan tertimpa runtuhan talut rumah yang roboh di Kecamatan Bumi Waras.

Peristiwa memilukan tersebut menimpa Dewi Maelai (32), warga Jalan Pendawa II, Lingkungan II, Kelurahan Garuntang. Insiden terjadi saat curah hujan berada pada intensitas tertinggi sekitar pukul 22.21 WIB, memicu meningkatnya debit air dan tekanan tanah di kawasan permukiman padat penduduk.

Kepala Bidang Pencegahan dan Kesiapsiagaan BPBD Bandar Lampung, Sarkoni, membenarkan adanya korban jiwa dalam kejadian tersebut. Ia menjelaskan bahwa dinding talut rumah korban runtuh karena tidak mampu menahan tekanan air dan tanah akibat hujan lebat yang berlangsung cukup lama.

"Tim satgas cepat tanggap Banjir BPBD bersama warga langsung melakukan evakuasi. Namun korban dinyatakan meninggal dunia setelah dibawa ke rumah sakit," ungkap Sarkoni saat dikonfirmasi, Rabu (15/4/2026).

Musibah di Garuntang menjadi salah satu dampak terparah dari banjir yang melanda hampir seluruh wilayah Kota Bandar Lampung. Genangan air dilaporkan merendam sejumlah kecamatan, di antaranya Kedaton, Kemiling, Sukarame, hingga kawasan permukiman Villa Citra.

Banjir menyebabkan aktivitas warga lumpuh, akses jalan terganggu, serta meningkatkan risiko keselamatan di wilayah dataran rendah dan bantaran aliran air.

Situasi cuaca ekstrem ini mendorong BMKG Lampung menetapkan status AWAS untuk wilayah Kota Bandar Lampung. Penetapan tersebut dilakukan sebagai langkah antisipasi terhadap potensi dampak hidrometeorologi lanjutan.

Koordinator Data dan Informasi BMKG Lampung, Rudi Harianto, menjelaskan bahwa curah hujan tinggi memicu lonjakan debit air permukaan secara signifikan, terutama di kawasan dengan sistem drainase terbatas.

"Status AWAS diberlakukan untuk mengantisipasi dampak hidrometeorologi lanjutan. Suhu udara berkisar antara 23 hingga 33 derajat Celsius dengan tingkat kelembapan mencapai 100 persen," jelas Rudi.

Pemerintah daerah dan pihak terkait mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan, khususnya di wilayah rawan Banjir dan longsor. Intensitas hujan yang masih berpotensi tinggi dinilai dapat memicu kejadian susulan jika tidak diantisipasi dengan baik.

Advertisements
Share:
Editor: Redaksi Harian Kandidat
Source: Harian Kandidat

BACA JUGA

Advertisements
© 2024 Hariankandidat.co.id. All Right Reserved.