Kadis PSDA Mangkir dari Panggilan Polisi

Redaksi Harian Kandidat - Senin, 18 Mei 2026 - 16:39 WIB
Kadis PSDA Mangkir dari Panggilan Polisi
Kadis PSDA Lampung, Febrizal Levi, belum hadir untuk pemeriksaan terkait dugaan ancaman terhadap jurnalis. Polresta Bandarlampung masih menunggu konfirmasi. - Harian Kandidat
Advertisements

HARIANKANDIDAT.CO.ID - Kepala Dinas Pengelolaan Sumber Daya Air (PSDA) Provinsi Lampung Febrizal Levi, mangkir dari panggilan penyidik Polresta Bandar Lampung, terkait dugaan ancaman terhadap jurnalis.

Berdasarkan pantauan media ini dilokasi, sejak pukul 08.00 WIB hingga pukul 16.00 WIB, Kadis PSDA Febrizal Levi belum juga terlihat datang ke Polresta Bandarlampung untuk menjalani pemeriksaan.

Penyidik dari satuan Unti 1 Jatanras satreskrim Polresta Bandar Lampung, Brigpol Rizal Sandrego, mengatakan bahwa hingga saat ini  terlapor belum datang untuk menjalani pemeriksaan sebagai saksi.

"Sampai sekarang sudah sore belum datang juga bang, saya juga sedang menunggu. Dan belum juga ada konfirmasi dari terlapor, tetapi dia waktu itu sempat merespon pada saat kami mengirim surat panggilan pada hari kamis (13/05/2026) lalu, kata dia "insyaallah akan hadir" gitu bang," ujar Rizal saat ditemui diruangan, Senin (18/05/2026).

Diberitakan sebelumnya, Kepala Dinas Pengelolaan Sumber Daya Air (PSDA) Provinsi Lampung Febrizal Levi Sukmana akan menjalani pemeriksaan di Polresta Bandar Lampung (Balam), terkait dugaan ancaman terhadap jurnalis.

Berdasarkan informasi yang dihimpun media ini, Kadis PSDA Lampung itu akan diperiksa Senin (18/05) oleh penyidik Polresta Bandar Lampung.

"Kabarnya Senin beliau di periksa penyidik," kata sumber media ini. Minggu (17/05).

Bahkan, kata dia,  Polresta Bandarlampung telah mengirimkan surat pemanggilan Kadis PSDA Lampung tersebut.

"Informasinya Polresta telah mengirimkan surat kepada Kadis PSDA Levi Rabu (13/05) lalu yang dikirimkan ke kantor PSDA Lampung," tandasnya

Sebelumnya, Pernyataan Kepala Dinas Pengelolaan Sumber Daya Air (PSDA) Provinsi Lampung, Febrizal Levi Sukmana, saat dikonfirmasi awak media justru memicu polemik baru.

Dalam percakapan melalui sambungan telepon dengan jurnalis, Levi menyampaikan keberatannya terkait posisi wartawan yang disebutnya menghalangi pandangan saat forum berlangsung.

“Gua itu duduk di situ, gua ini kan tamu. Tapi kan dihalangi pandangan, di depan kan wartawan semua. Gua mau lihat itu,” ujarnya saat dikonfirmasi awak media melalui telpon Whatsapp Selasa, (28/4/2026).

Levi menjelaskan, bahwa dirinya ingin melihat jalannya forum, termasuk timer yang digunakan untuk mengatur durasi pembicara.

“Pembicara itu Bunda Eva, Roy, itu kan mau lihat timer. Tapi nggak kelihatan karena dihalangi,” katanya.

Namun, pernyataan Levi tidak berhenti pada penjelasan tersebut. Dalam percakapan yang sama, ia juga menyebut nama salah satu Jurnalis, Wildan Hanafi, dengan nada yang dinilai keras.

“Bukan Wildan saja, tapi kampang Wildan itu… gua gebuk bener Wildan, gua suruh cari Wildan, wartawan mana dia ha Kandidat” ucapnya.

Tak hanya itu, Levi juga mengaku akan mengerahkan orang untuk mencari yang bersangkutan.

“Gua cari, nanti gua suruh Septa, gua gerakin orang-orang gua… malam ini gua cari dia, biar dia tahu,” lanjutnya.

Levi juga membantah bahwa dirinya yang secara langsung mengusir wartawan dari posisi tersebut.

“Yang ngusir juga bukan gua. Gua duduk di situ aja. Tapi pandangan gua tertutup,” urainya.

Meski demikian, pernyataan lanjutan Levi kembali menuai sorotan karena dinilai bernada ancaman.

“Suruh minta maaf sama gua, suruh buat klarifikasi. Kalau enggak, awas dia,” tegasnya.

Pernyataan tersebut menimbulkan kekhawatiran di kalangan Jurnalis, terutama terkait keamanan dan kebebasan dalam menjalankan tugas peliputan.

(Edi/Rst/Hen)

Advertisements
Share:
Editor: Redaksi Harian Kandidat
Source: Harian Kandidat

BACA JUGA

Advertisements
© 2024 Hariankandidat.co.id. All Right Reserved.