HARIANKANDIDAT.CO.ID - Kehadiran politisi senior yang juga Anggota DPR RI fraksi Partai Demokrat, Zulkifli Anwar, menjadi pusat perhatian dalam gelaran Musyawarah Daerah (Musda) VI Partai Demokrat Provinsi Lampung yang berlangsung di Hotel Grand Mercure, Bandar Lampung, Sabtu (27/6/2026) sore.
Musda yang mengusung tema "Konsolidasi Demokrat: Rapatkan Barisan, Bangun Kekuatan, Rebut Kemenangan" ini diwarnai momen hangat sekaligus penuh wibawa.
Saat memberikan arahan secara daring, Ketua Umum DPP Partai Demokrat, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY), secara khusus menyapa politisi senior Lampung tersebut di hadapan ratusan kader.
"Senior kita, Bapak Zulkifli Anwar, anggota DPR RI," sapa AHY dengan nada penuh respek.
Mendengar sapaan hangat dari sang Ketua Umum, Zulkifli Anwar langsung dengan sigap berdiri tegak dan memberikan penghormatan formal ke arah layar virtual.
Gerakan refleks penuh kedisiplinan dari tokoh senior ini langsung disambut tepuk tangan gemuruh oleh para kader yang hadir di lokasi.
Kehadiran dan sikap tegar Zulkifli Anwar di arena Musda ini tak luput dari pantauan wartawan karena terjadi di tengah badai hukum yang sedang mengguncang keluarga besarnya terkait kasus dugaan korupsi dan Tindak Pidana Pencucian Uang (TPPU) proyek Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) Kabupaten Pesawaran.
Anak kandung Zulkifli Anwar, yakni mantan Bupati Pesawaran Dendi Ramadhona, saat ini sudah berstatus sebagai terdakwa dan tengah duduk di kursi pesakitan Pengadilan Tipikor Tanjungkarang.
Tidak hanya sang anak, menantu Zulkifli Anwar, Nanda Indira Bastian, kini juga terseret dalam pusaran kasus tersebut sebagai saksi kunci.
Sehari sebelum Musda digelar, tepatnya Jumat (26/6/2026), Nanda Indira sempat mangkir dari persidangan pembuktian karena mendadak dilarikan ke RSUD Abdul Moeloek akibat penyakit tifus dan vertigo.
Urgensi kehadiran menantu Zulkifli Anwar tersebut sangat tinggi bagi Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejati Lampung.
Nanda diduga kuat berperan sebagai _nominee_ atau pemilik nama atas aset-aset tanah, bangunan, hingga barang-barang mewah seperti tas Louis Vuitton, Hermes, dan Chanel yang diduga dibeli dari uang hasil _fee_ korupsi proyek DAK Fisik Air Minum Tahun Anggaran 2022 senilai 20 persen tersebut.
Bahkan, JPU Kejati Lampung mengancam akan melakukan upaya panggil paksa terhadap Nanda Indira pada persidangan maraton hari Senin besok jika ia kembali mangkir dari kewajiban hukumnya.
Meskipun salah satu keluarga kadernya sedang diterpa isu miring di pengadilan, Partai Demokrat Lampung tetap fokus pada agenda penguatan internal partai.
Dalam pidatonya, AHY menekankan tiga elemen utama dalam konsolidasi, yakni merapatkan barisan, membangun kekuatan, dan merebut kemenangan dengan terus menjaga loyalitas serta turun langsung menemui masyarakat.
"Base utama musda bukanlah forum kompetisi. Musda adalah forum konsolidasi. Jika ada perbedaan itu lumrah, itu biasa dan bahkan itu sehat. Tapi setelah ada keputusan yang bersama kita sepakati, mari kita jaga keutuhan ini. Jangan mudah kita terpecah belah akibat ego satu dua kelompok atau ada hal-hal lain yang tidak baik untuk perjalanan rumah kita ini," tegas AHY dalam pidato daringnya.
AHY juga mengingatkan para kader agar tidak hanya nyaman berada di dalam ruangan, melainkan harus terus konsisten berada di tengah-tengah masyarakat untuk mendengarkan aspirasi dan membuka ruang dialog.
Menutup arahannya, ia menggarisbawahi bahwa target kemenangan politik yang dikejar oleh Partai Demokrat tidak boleh menanggalkan idealisme utama demi menghadirkan kesejahteraan dan keadilan bagi rakyat Indonesia.
"Kita ingin menghadirkan dampak nyata. Bukan sekedar mendapatkan kemenangan, apalagi kekuasaan. Sejatinya kekuasaan itu datang dan pergi. Yang langgeng adalah semangat untuk menghadirkan kesejahteraan dan keadilan bagi masyarakat kita. Ekonomi, keadilan, demokrasi, tiga elemen yang tidak boleh dipisahkan satu sama lain karena itu perjuangan Partai Demokrat dan itu pula yang diharapkan oleh rakyat Indonesia," tandasnya.
Sikap sigap Zulkifli Anwar di tengah jalannya Musda ini memperlihatkan profesionalitas dan loyalitasnya yang tidak goyah terhadap partai, memisahkan secara tegas urusan politik organisasi dengan badai hukum yang kini sedang dihadapi oleh anak dan menantunya di pengadilan.
(Edi)