HARIANKANDIDAT.CO.ID - Program SMA Terbuka di Provinsi Lampung mulai berjalan. Sebanyak 304 calon siswa tercatat mengikuti Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) pada tahun pertama pelaksanaan program tersebut.
Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Lampung, Thomas Amirico mengatakan, pelaksanaan MPLS SMA Terbuka telah dilakukan di masing-masing sekolah yang ditunjuk pada akhir Agustus 2026.
“Untuk sekolah terbuka sudah berjalan. Sudah MPLS kemarin di akhir bulan Agustus. Alhamdulillah berjalan lancar ya MPLS nya di masing-masing sekolah yang kita tunjuk,” kata Thomas.
Ia menyebut, antusiasme siswa terhadap program tersebut cukup tinggi. Pada tahun pertama, sebanyak 304 siswa mengikuti MPLS SMA Terbuka yang tersebar di 15 kabupaten/kota di Lampung.
“Alhamdulillah antusiasme nya luar biasa ya, di tahun pertama ada 304 ya yang mengikuti MPLS,” ujarnya.
Menurut Thomas, mayoritas peserta SMA Terbuka merupakan anak yang sebelumnya putus sekolah atau tidak melanjutkan pendidikan. Sebagian di antaranya berhenti sekolah selama beberapa tahun dan kembali melanjutkan pendidikan, sementara lainnya mengulang karena sebelumnya berhenti di tengah jenjang SMA.
“Dan harapan kita ini sebuah pemicu ya ke depan untuk bisa lebih banyak lagi anak putus sekolah yang melanjutkan sekolah di SMA Terbuka yang kita bentuk di 15 kabupaten kota,” katanya.
Thomas menjelaskan, pola pembelajaran SMA Terbuka dirancang fleksibel agar dapat menyesuaikan dengan kondisi dan kebutuhan siswa. Hal itu terutama bagi siswa yang sudah bekerja sehingga dapat melanjutkan pendidikan sambil bekerja.
“Karena memang dia sudah bekerja, diselingi sambil kerja, dia melanjutkan sekolah,” ujarnya.
Ia mengatakan, fleksibilitas waktu menjadi salah satu bagian dari pola pendidikan SMA Terbuka.
“Karena memang pola, kemudian waktu, kan fleksibel ya, bisa menyesuaikan dengan kebutuhan siswa,” kata Thomas.
Hingga saat ini, Thomas menyebut belum terdapat kendala berarti dalam pelaksanaan program SMA Terbuka. Ia berharap program tersebut dapat menjadi pemicu bagi anak usia sekolah yang belum melanjutkan pendidikan untuk kembali bersekolah.
“Alhamdulillah eggak ada kendala, tapi saya bersyukur lumayan banyak nih yang mengikuti SMA Terbuka ini. Harapan kita ini pemicu bagi anak-anak kita yang usia sekolah, yang ingin masih melanjutkan sekolah, ini segera mendaftar di tahun depan,” ujar Thomas.
Untuk metode pembelajaran, Thomas mengatakan mayoritas proses belajar dilakukan secara daring. Selain itu, terdapat guru tamu yang nantinya dapat memberikan pembelajaran secara langsung di lokasi yang disepakati bersama siswa.
“Mayoritas dia daring, kemudian ada guru tamu. Guru tamu yang nanti datang ya di tempat yang mereka sepakati, di mana proses pembelajarannya, bisa aja di sekolah, bisa aja di rumah warga, bisa saja di balai desa. Jadi adaptif dengan kebutuhan siswa,” jelasnya.
Adapun 304 calon siswa tersebut tersebar di 15 SMA Terbuka yang berada di sejumlah wilayah Lampung.
Rinciannya, SMA Terbuka 6 Bandar Lampung sebanyak 17 siswa, SMA Terbuka Padang Cermin 1 sebanyak 30 siswa, SMA Terbuka Baradatu 9 siswa, SMA Terbuka Batanghari 12 siswa, SMA Terbuka Jati Agung 26 siswa, dan SMA Terbuka Terusan Nunyai 37 siswa.
Kemudian SMAN 1 Kotabumi sebanyak 8 siswa, SMAN Terbuka Banjar Agung 9 siswa, SMA Terbuka SMAN 1 Kalirejo 30 siswa, SMA Terbuka SMAN 2 Pringsewu 24 siswa, SMA Terbuka SMAN 1 Liwa 14 siswa, serta SMA Terbuka SMAN 1 Kalianda 6 siswa.
Selanjutnya, SMAN 1 Kotaagung tercatat sebanyak 33 siswa, SMAN 1 TBT Tulang Bawang Barat sebanyak 19 siswa, dan SMAN Way Jepara sebanyak 30 calon siswa sementara.
Dalam proses pendataan, terdapat sejumlah calon siswa yang batal mengikuti program. Dari SMAN 1 Jati Agung, empat siswa batal masuk dengan alasan satu siswa terdata telah lulus di SMK swasta, satu siswa tidak memiliki riwayat sekolah SMP, dan dua siswa bekerja di luar Lampung.
Sementara itu, dari SMAN 1 Kalianda terdapat dua siswa yang batal masuk. Satu siswa tercatat masih aktif sebagai siswa di SMA negeri lain dan satu siswa lainnya tercatat telah lulus Paket C.
(Red)