HARIANKANDIDAT.CO.ID – Berbagai Elemen masyarakat yang tergabung dengan Himpunan Masyarakat untuk Kemanusiaan dan Keadilan (HUMANIKA) Lampung, dan Perkumpulan Gerakan Kebangsaan (PGK) Lampung, menggelar diskusi santai, Dampak, Arah dan Konsekwensi Penyadapan terhadap stabilitas Politik Nasional, dengan tema runcing “Untuk Siapa dan Perintah Siapa”.
Beberapa tokoh vokal dan idealis didapuk menjadi narasumber dalam diskusi yang digelar di Pindang Cikwo, Way Halim, Bandar Lampung, Jumat (6/11/2026)
Narasumber dalam Diskusi tersebut menyampaikan pendapatnya tentang sikap yang di lakukan oleh pejabat polri yang melanggar kode etik terhadap pemerintah, yang memang menjadi perhatian serius dari berbagai elemen masyarakat dan menjadi opini publik.
Menurut Rudi Hartono selalu Koordinator Presidium HUMANIKA, hal yang di lakukan pejabat yang berwenang dalam penegekan hukum membuat negara ini dilema dengan dinamika krisis moral, bukan lagi krisis pangan yang terjadi Republik Indonesia (RI)
Ia mengatakan peristiwa tersebut di duga mempunyai motif tersendiri untuk itu, Rudi Hartono, menekankan untuk pelaku dan orang di balik pelaku tersebut di usut tuntas, di hukum sesuai dengan pelanggaran yang di lakukan, ia meminta agar penegakan hukum di laksanakan sesuai dengan undang undang.
“Hukum-hukum para orang yang akan berlaku mempunyai kebutuhan. Karena tidak menutup kemungkinan yang berhadapan ini pasti punya motif, punya rencana untuk apa dia melakukan berhadapan kalau tidak ada gunanya, nah, pasti punya fungsi, Karena ini kepala negara, kepala pemerintahan yang disadapkan, sedangkan beliau adalah kepala seorang presiden.”ujarnya
Ia menjelaskan, kejahatan tersebut adalah pembelot yang terang terangan, dalam hal tersebut ia juga mengatakan tersangka yang memang pejabat publik atau mantan jendral yang memang melanggar sumpah kepada NKRI.
“artinya orang dalam sendiri nah, kalau kita turun apa religionya Napoleon Bonaparte lebih baik, dengan adanya satu orang penyerang itu lebih jahat daripada menghadapi seribu musuh yang ada di luar, artinya Ini adalah sebuah pengkhianatan.”lanjutnya
Ia menambahkan, akan tetap mendukung dan mengawal setiap pergerakan dalam membuka pintu pintu gerbang pembelot dari semua pihak yang terlibat dalam kejahatan yang merugikan negara.
“Negara sudah mulai dirasuki, mulai ada adu dompet dan segala-galanya, saya sepakat,dan ini sudah harus dikasih super tas dan bakal kita kawal,”pungkasnya
(Ajf)