HARIANKANDIDAT.CO.ID – Konsolidasi Partai Golkar dalam menghadapi kontestasi politik mendatang mulai diarahkan pada penguatan komunikasi berbasis teknologi digital. Langkah tersebut menjadi salah satu fokus pembahasan dalam Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) Bidang Media dan Penggalangan Opini (MPO) serta Seminar Lokakarya (Semiloka) Kecerdasan Artifisial (AI) Partai Golkar 2026 di Jakarta.
DPD Partai Golkar Provinsi Lampung turut ambil bagian dengan mengutus empat pengurus untuk mengikuti agenda nasional tersebut. Mereka adalah Sekretaris DPD Golkar Lampung Aprozi Alam, Wakil Ketua Ali Imron, Wakil Sekretaris Bambang Purwanto, serta Erwan Wahyudi dari Bidang Media dan Penggalangan Opini.
Kehadiran delegasi Lampung ini menjadi bagian dari penguatan kapasitas kader, terutama dalam membangun komunikasi politik, mengelola informasi, serta mengoptimalkan pemanfaatan teknologi digital sebagai instrumen kerja organisasi.
Rakornas digelar pada 4–6 November 2026, bertempat di Kantor DPP Partai Golkar dan Hotel Best Western, Jakarta. Kegiatan tersebut dibuka Sekretaris Jenderal DPP Partai Golkar Muhammad Sarmuji dengan melibatkan jajaran pengurus dari 38 provinsi.
Forum ini tidak hanya membahas koordinasi antarpengurus MPO, tetapi juga menempatkan perkembangan kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) sebagai salah satu instrumen penting dalam modernisasi partai.
Ketua Bidang Media dan Penggalangan Opini DPP Partai Golkar sekaligus Ketua Panitia Penyelenggara, Nurul Arifin, menjelaskan Rakornas mengangkat tema *"Kekaryaan di Era Kecerdasan Buatan: Transformasi Digital Partai Golkar Menuju Partai Modern"*.
Nurul yang juga anggota Komisi I DPR RI itu menyebut, agenda tersebut diarahkan untuk menyatukan pola kerja dan memperkuat koordinasi bidang media serta penggalangan opini dari tingkat pusat hingga daerah.
Ia menekankan, penguasaan teknologi AI harus diikuti kemampuan kader dalam menggunakannya untuk menunjang produktivitas dan efektivitas komunikasi partai.
"Yang ingin kami bangun adalah kemampuan kader untuk menggunakan teknologi secara produktif. AI harus menjadi instrumen yang membantu meningkatkan kualitas kerja, mempercepat pengolahan informasi, dan memperkuat efektivitas komunikasi organisasi," kata Nurul.
Golkar Ingin Bangun Kekuatan Digital Tanpa Buzzer
Selain pemanfaatan AI, strategi memperluas jangkauan komunikasi melalui media sosial menjadi pembahasan penting dalam Rakornas tersebut.
Sekjen DPP Partai Golkar Muhammad Sarmuji mengungkapkan, partainya ingin membangun kekuatan komunikasi digital yang bertumpu pada kader sendiri. Dengan demikian, penyebaran informasi dan konten partai tidak harus bergantung pada jasa buzzer.
Menurut Sarmuji, kader yang mempunyai kemampuan mengelola media sosial serta basis pengikut yang besar dapat dilibatkan secara aktif untuk memperluas distribusi konten positif mengenai Partai Golkar dan Ketua Umum Bahlil Lahadalia.
"Kalau ini menjadi gerakan yang masif, kita punya pasukan organik di udara, tidak perlu menyewa buzzer. Kita dalam satu barisan yang sama untuk mempublikasikan setiap konten bagus dan ketua umum lagi sangat viral," ujar Sarmuji saat memberikan paparan di Kantor DPP Partai Golkar, Jakarta Barat, Jumat (6/11/2026).
Ia kemudian mencontohkan sebuah konten mengenai Bahlil Lahadalia yang menurutnya telah menjangkau sekitar enam juta penonton dalam kurun waktu satu hingga dua bulan.
Sarmuji juga menilai respons positif yang muncul pada kolom komentar menunjukkan adanya peluang untuk memperluas penerimaan masyarakat terhadap komunikasi politik partai.
"Konten ini sebulan yang lalu atau dua bulan yang lalu sudah dilihat sekitar enam juta orang. Dan nyaris semua komentarnya positif semua," ungkapnya.
Karena itu, ia mendorong kader yang memiliki banyak pengikut di berbagai platform media sosial agar tidak sekadar menjadi pengguna, tetapi ikut mengambil peran dalam menyebarluaskan informasi dan materi komunikasi partai.
Sarmuji berharap momentum tingginya perhatian publik terhadap Ketua Umum Bahlil Lahadalia dapat dimanfaatkan untuk membentuk persepsi masyarakat yang lebih positif terhadap kepemimpinan maupun Partai Golkar.
"Dan kita bisa memanfaatkan efek viralnya ketua umum itu untuk mengintersep alam pikiran orang lain, masyarakat, supaya memandang ketua umum dan Partai Golkar, khususnya dengan cara pandang yang lebih baik," katanya.
Melalui Rakornas tersebut, DPP Partai Golkar mendorong terbentuknya jaringan komunikasi digital yang lebih terorganisasi, didukung pemanfaatan teknologi AI dan keterlibatan aktif kader di berbagai daerah.
Penguatan Badan Saksi Nasional (BSN) juga menjadi agenda yang dibahas. Organisasi tersebut disebut telah terbentuk secara sistemik di seluruh Indonesia sebagai bagian dari penguatan perangkat partai.
Bagi DPD Partai Golkar Lampung, hasil pembahasan dalam forum nasional itu diharapkan dapat diterapkan dalam kerja-kerja organisasi di daerah.
Empat kader yang mengikuti Rakornas diharapkan membawa pengalaman dan strategi baru untuk memperkuat bidang media dan penggalangan opini, sekaligus membangun kesiapan menghadapi Pemilu 2029. (*)