HARIANKANDIDAT.CO.ID - Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Bandar Lampung mencatat adanya peningkatan signifikan volume sampah di wilayah kota Bandar Lampung.
Kepala DLH Bandar Lampung, Yusnadi Feriyanto, menyebut saat ini jumlah timbulan sampah mencapai sekitar 770 ton per hari, meningkat dari sebelumnya yang hanya sekitar 600 ton per hari.
"Terjadi peningkatan volume sampah di Kota Bandar Lampung dari sekitar 600 ton per hari, saat ini volumenya menjadi 770 ton per hari," ujar Yusnadi, (17/11).
Ia menjelaskan, kuota pembuangan sampah untuk wilayah Panjang hingga Sukaraja berada pada kisaran 50 hingga 70 ton per hari. Lonjakan tersebut membuat Dlh memperketat pengawasan serta memastikan pengangkutan dilakukan secara optimal.
Sebelumnya, Dlh telah mengimbau para camat, lurah, hingga pamong untuk lebih aktif mengingatkan masyarakat agar membuang sampah pada tempatnya, terutama dalam menjaga kebersihan di kawasan pesisir seperti Sukaraja.
"Untuk menjaga kebersihan di kawasan pesisir, khususnya Sukaraja, kita melalui UPT telah memastikan pengangkutan sampah dilakukan setiap hari," ujar Yusnadi.
Yusnadi menegaskan bahwa pihaknya terus mengingatkan perangkat kecamatan dan kelurahan agar menyosialisasikan larangan membuang sampah sembarangan, termasuk ke sungai dan kali.
"Kami ajak masyarakat untuk tertib membuang sampah. Apalagi cuaca sekarang tidak menentu, kadang hujan, kadang panas. Itu bisa membuat sampah mudah terbawa aliran air. Karena itu, kami sudah mengantisipasi dengan meminta pamong untuk gencar sosialisasi," jelasnya.
Tidak hanya itu, Dlh juga berencana meluncurkan program khusus untuk membersihkan sampah di sungai sebagai langkah memperbaiki kualitas lingkungan.
"Ke depan, kami akan memprogramkan kegiatan bersih-bersih sungai dari sampah," ungkap Yusnadi.
Yusnadi menambahkan bahwa peran masyarakat sangat diperlukan dalam pengelolaan sampah. Dlh mendorong warga untuk mulai memilah sampah organik dan anorganik dari rumah.
"Penanganan sampah bukan hanya tanggung jawab pemerintah, tapi juga masyarakat. Tanpa keterlibatan warga, persoalan sampah tidak akan selesai," tutupnya.
(Yud)