Fokus Pengawasan MBG

Redaksi Harian Kandidat - Rabu, 14 Jan 2026 - 20:38 WIB
Fokus Pengawasan MBG
DPRD Lampung soroti dapur SPPG di Lampung Utara yang sajikan menu tak layak. Program MBG dinilai harus diawasi ketat demi kesehatan dan masa depan anak-anak. - Harian Kandidat
Advertisements

HARIANKANDIDAT.CO.ID – Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Lampung menyayangkan adanya dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Lampung Utara yang menyajikan menu kurang sehat.

Anggota DPRD Provinsi Lampung Mikdar Ilias mengatakan, bahwa program MBG merupakan langkah pemerintah dalam membangun masa depan bangsa. Sehingga perlu keseriusan SPPG dalam memberikan menu bergizi bagi siswa.

"Kita sangat menyayangkan persoalan terkait video viral tersebut, karena tujuan dari dapur MBG ini menghadirkan makanan yang bergizi, dan sehat. Guna untuk pertumbuhan anak-anak yang membuat mereka semakin cerdas, sehat dan bahkan untuk meneruskan masa depan bangsa dan negara kita," kata Mikdar dari dapil Lampung Utara kepada media. Rabu (14/01) 

Menurut Mikdar, pihak BGN harus melakukan pemeriksaan lanjutan terkait pengawasan di beberapa dapur SPPG agar kejadian serupa tidak terulang kembali.

“Saya yakin BGN sudah cukup lengkap, mulai dari pengawas, kepala BGN, hingga aparat terkait. Saya percaya hal ini akan ditelusuri secara menyeluruh untuk mengetahui penyebabnya, sehingga ke depan kejadian serupa tidak kembali terjadi,” ujarnya.

Selain itu, kata Mikdar pengelolaan program MBG dapat dilakukan secara maksimal. Agar pihak yang mendapat kesempatan mengelola dapur tidak menyia-nyiakan peluang tersebut.

"Kami sangat berharap MBG ini dapat di maksimalkan. Namun bagi yang mendapat peluang kesempatan untuk mengelola dapur jangan di sia-siakan," tambahnya. 

Mikdar menambahkan, jika ada unsur kesengajaan dalam memberikan menu makan yang kurang sehat, dapur SPPG tersebut dapat ditutup secara permanen. 

"Ini kalo ada unsur kesengajaan, dapur itu bisa ditutup, dan kalo ditutup dapurnya, kalo kita membangun dapur baru investasi bisa sampai 2 miliar, uang itu akan sia-sia dan negara pun tidak akan mengembalikan dana," tegasnya. 

Mikdar berharap, kejadian tersebut dapat dijadikan pembinaan bagi pihak dapur agar tidak terulang kembali di Lampung Utara maupun di daerah lain. 

“Semoga kejadian ini dapat dijadikan pembinaan dan evaluasi, sehingga peristiwa serupa tidak kembali terjadi di tempat-tempat lain,” pungkasnya.

Diketahui, Sebelumnya viral dimedia sosial menu makanan dalam kondisi busuk atau berlendir yang berlokasi di Sindang Sari Lampung Utara.

(Gung)

Advertisements
Share:
Editor: Redaksi Harian Kandidat
Source: Harian Kandidat

BACA JUGA

Advertisements

BERITA POPULER

  1. #1
  1. #2
  1. #3
  1. #4
  1. #5
Advertisements

BERITA TERBARU

Advertisements

BERITA PILIHAN

Advertisements

TAG POPULER

  1. #1
  1. #2
  1. #3
  1. #4
  1. #5
Advertisements

VIDEO TERBARU

Advertisements
© 2024 Hariankandidat.co.id. All Right Reserved.