HARIANKANDIDAT.CO.ID – Wakil Bupati (Wabup) Pesawaran, Antonius Muhammad Ali, belum memberikan tanggapan terkait dugaan penggelembungan anggaran pengadaan laptop senilai Rp5 miliar yang kian menuai polemik di tengah publik.
Hingga Jumat, 17 April 2026, pesan konfirmasi yang dikirim Tim Harian Kandidat.co.id melalui WhatsApp belum mendapatkan respons. Sikap tersebut menambah pertanyaan publik terhadap transparansi pemerintah daerah dalam menyikapi isu penggunaan anggaran.
Sebelumnya, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kabupaten Pesawaran juga tidak memberikan keterangan resmi. Kepala Disdikbud Pesawaran, Anca Martha Utama, belum merespons permintaan konfirmasi yang telah disampaikan Selasa(13/4/2026) berulang kali hingga Sampai Hari ini.
Dugaan penyimpangan ini mencuat setelah dilaporkan oleh Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) GARDA P3ER ke Kejaksaan Negeri (Kejari) Pesawaran pada 8 April 2026.
Ketua DPC GARDA P3ER Pesawaran, Sabturizal, mengungkapkan bahwa pengadaan 200 unit laptop dianggarkan sekitar Rp25 juta per unit. Nilai tersebut dinilai tidak wajar karena harga pasar untuk spesifikasi serupa diperkirakan hanya berkisar antara Rp13 juta hingga Rp18 juta.
“Selisih harga ini menjadi indikasi adanya penggelembungan anggaran,” ujarnya.
Selain dugaan markup, pihaknya juga mengungkap indikasi pungutan liar sebesar Rp500 ribu per unit atau sekitar Rp100 juta dari total pengadaan. Pungutan tersebut diduga melibatkan oknum di tingkat Koordinator Kecamatan (Korcam) Unit Pelaksana Teknis (UPT) Pendidikan.
Menanggapi laporan tersebut, Kepala Seksi Tindak Pidana Khusus (Kasi Pidsus) Kejari Pesawaran, Fuad Alfano Adi Chandra, menyatakan bahwa pihaknya masih melakukan penelaahan awal.