Kadis PSDA Penuhi Panggilan Polisi

Redaksi Harian Kandidat - Selasa, 19 Mei 2026 - 14:37 WIB
Kadis PSDA Penuhi Panggilan Polisi
Kepala Dinas PSDA Provinsi Lampung, Febrizal Levi Sukmana, memenuhi panggilan penyidik Unit Jatanras Polresta Bandar Lampung terkait laporan dugaan pengancaman terhadap jurnalis Rembes.id. - Harian Kandidat
Advertisements

HARIANKANDIDAT.CO.ID – Kepala Dinas Pengelolaan Sumber Daya Air (PSDA) Provinsi Lampung, Febrizal Levi Sukmana, memenuhi panggilan penyidik Unit Jatanras Polresta Bandar Lampung terkait laporan dugaan pengancaman terhadap salah satu jurnalis Rembes.id.

Berdasarkan informasi yang dihimpun, Febrizal Levi Bersama adiknya 
datang pada Senin malam sekitar pukul 19.30 WIB dengan terlebih dahulu menghubungi pihak Unit Jatanras. Ia kemudian menjalani pemeriksaan oleh penyidik, Sugiarto, didampingi sang adik usai waktu Isya.

Tim penyidik Jatanras Polresta Bandar Lampung, Rizal Sandrego, mengatakan proses perkara saat ini masih berada pada tahap penyelidikan.

“Untuk saat ini masih dalam tahap penyelidikan dan pemeriksaan terhadap para saksi masih terus dilakukan,” ujar Rizal Saat di konfirmasi media ini Selasa(19 Mei 2026).

Penyidik masih mendalami keterangan dari sejumlah pihak terkait laporan dugaan pengancaman yang dilaporkan jurnalis Rembes.id tersebut.

Sebelumnya, pernyataan Febrizal Levi saat dikonfirmasi awak media justru memicu polemik baru. Dalam percakapan melalui sambungan telepon dengan jurnalis, Levi menyampaikan keberatannya terkait posisi wartawan yang disebutnya menghalangi pandangan saat forum berlangsung.

“Gua itu duduk di situ, gua ini kan tamu. Tapi kan dihalangi pandangan, di depan kan wartawan semua. Gua mau lihat itu,” ujarnya saat dikonfirmasi awak media melalui sambungan telepon WhatsApp, Selasa (28/4/2026).

Levi menjelaskan dirinya ingin melihat jalannya forum, termasuk timer yang digunakan untuk mengatur durasi pembicara.

“Pembicara itu Bunda Eva, Roy, itu kan mau lihat timer. Tapi nggak kelihatan karena dihalangi,” katanya.

Namun, dalam percakapan yang sama, Levi juga menyebut nama salah satu jurnalis, Wildan Hanafi, dengan nada yang dinilai keras.

“Bukan Wildan saja, tapi kampang Wildan itu… gua gebuk bener Wildan, gua suruh cari Wildan, wartawan mana dia ha kandidat,” ucapnya.

Tak hanya itu, Levi juga mengaku akan mengerahkan orang untuk mencari yang bersangkutan.

“Gua cari, nanti gua suruh Septa, gua gerakin orang-orang gua… malam ini gua cari dia, biar dia tahu,” lanjutnya.

Levi juga membantah bahwa dirinya yang secara langsung mengusir wartawan dari posisi tersebut.

“Yang ngusir juga bukan gua. Gua duduk di situ aja. Tapi pandangan gua tertutup,” urainya.

Meski demikian, pernyataan lanjutan Levi kembali menuai sorotan karena dinilai bernada ancaman.

“Suruh minta maaf sama gua, suruh buat klarifikasi. Kalau enggak, awas dia,” tegasnya.

Pernyataan tersebut menimbulkan kekhawatiran di kalangan jurnalis, terutama terkait keamanan dan kebebasan pers dalam menjalankan tugas peliputan.

(Edi/Hen)

Advertisements
Share:
Editor: Redaksi Harian Kandidat
Source: Harian Kandidat

BACA JUGA

Advertisements

BERITA POPULER

  1. #1
  1. #2
  1. #3
  1. #4
  1. #5
Advertisements

BERITA TERBARU

Advertisements

BERITA PILIHAN

Advertisements

TAG POPULER

  1. #1
  1. #2
  1. #3
  1. #4
  1. #5
Advertisements

VIDEO TERBARU

Advertisements
© 2024 Hariankandidat.co.id. All Right Reserved.