RS Urip Sumoharjo Diminta Buka Suara soal Dugaan Kecelakaan Kerja Teknisi Listrik

Redaksi Harian Kandidat - Sabtu, 11 Jul 2026 - 17:16 WIB
RS Urip Sumoharjo Diminta Buka Suara soal Dugaan Kecelakaan Kerja Teknisi Listrik
Pemerhati Kebijakan Hukum, Sosial, Publik dan Eksekutif Nasional AKKI, Benny N.A. Puspanegara - Harian Kandidat
Advertisements

HARIANKANDIDAT.CO.ID – Pemerhati Kebijakan Hukum, Sosial, Publik dan Eksekutif Nasional AKKI, Benny N.A. Puspanegara, mendesak manajemen Rumah Sakit Urip Sumoharjo memberikan penjelasan resmi terkait informasi yang beredar mengenai dugaan meninggalnya seorang teknisi listrik akibat kecelakaan kerja.

Benny meminta pihak rumah sakit menyampaikan fakta secara terbuka kepada publik apabila peristiwa tersebut benar terjadi. Menurutnya, minimnya informasi resmi justru dapat memicu spekulasi dan menimbulkan kecurigaan di tengah masyarakat.

"Saya mendesak manajemen Rumah Sakit Urip Sumoharjo agar segera memberikan penjelasan resmi kepada publik terkait informasi yang beredar mengenai dugaan meninggalnya seorang teknisi listrik akibat kecelakaan kerja," kata Benny.

Ia meminta manajemen rumah sakit menjelaskan secara terbuka kronologi kejadian dan penyebab insiden, termasuk apakah berkaitan dengan kesalahan manusia, kegagalan sistem keselamatan kerja, lemahnya pengawasan, kelalaian prosedur operasional, atau faktor teknis lainnya.

Menurut Benny, keterbukaan informasi merupakan bagian dari tanggung jawab moral, sosial, dan hukum sebuah institusi. Terlebih, di era digital, sikap diam dinilai bukan lagi menjadi strategi komunikasi yang efektif dalam menghadapi persoalan yang menjadi perhatian publik.

"Ketika fakta tidak segera dijelaskan, ruang publik akan diisi oleh asumsi. Dan ketika asumsi mengambil alih, kepercayaan publik perlahan berubah menjadi kecurigaan," ujarnya.

Benny juga menyoroti pentingnya penerapan keselamatan dan kesehatan kerja (K3) secara nyata dalam lingkungan organisasi. Menurutnya, keselamatan kerja tidak boleh hanya menjadi bagian dari dokumen akreditasi maupun kegiatan seremonial.

"Keselamatan kerja harus benar-benar hadir dalam budaya organisasi. Sebab satu nyawa pekerja jauh lebih bernilai daripada seribu lembar laporan yang terlihat sempurna di atas meja," tegasnya.

Meski mendesak adanya keterbukaan, Benny meminta seluruh pihak tetap menghormati proses klarifikasi berdasarkan fakta dan menghindari penghakiman tanpa dasar. Namun, menurutnya, menghormati proses tidak berarti membenarkan sikap tertutup terhadap informasi yang menyangkut kepentingan publik.

"Kalau memang tidak terjadi, jelaskan secara terbuka. Kalau memang terjadi, jelaskan secara utuh. Sebab kebenaran tidak pernah takut pada cahaya," katanya.

Benny menegaskan, transparansi merupakan fondasi utama dalam menjaga kepercayaan publik terhadap sebuah institusi. Ia pun berharap manajemen RS Urip Sumoharjo segera memberikan penjelasan resmi untuk menjawab informasi yang berkembang mengenai dugaan kecelakaan kerja tersebut.

"Kepercayaan adalah mata uang paling mahal bagi sebuah institusi. Sekali hilang, tidak bisa ditebus hanya dengan konferensi pers yang terlambat," pungkasnya.

(Okt)

Advertisements
Share:
Editor: Redaksi Harian Kandidat
Source: Harian Kandidat

BACA JUGA

Advertisements

BERITA POPULER

  1. #1
  1. #2
  1. #3
  1. #4
  1. #5
Advertisements

BERITA TERBARU

Advertisements

BERITA PILIHAN

Advertisements

TAG POPULER

  1. #1
  1. #2
  1. #3
  1. #4
  1. #5
Advertisements

VIDEO TERBARU

Advertisements
© 2024 Hariankandidat.co.id. All Right Reserved.