Desak Polemik SMA Siger Rampung, Mahasiswa UIN RIL Temui Kadisdikbud Lampung

Redaksi Harian Kandidat - Rabu, 25 Feb 2026 - 20:19 WIB
Desak Polemik SMA Siger Rampung, Mahasiswa UIN RIL Temui Kadisdikbud Lampung
Mahasiswa mengawal, pemerintah merespons. Audiensi di Disdikbud Lampung jadi langkah penting menyelamatkan masa depan siswa SMA Siger. - Harian Kandidat
Advertisements

HARIANKANDIDAT.CO.ID – Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Rayon Tarbiyah bersama PMII Rayon Dakwah dan Ilmu Komunikasi serta Dewan Eksekutif Mahasiswa Fakultas Dakwah dan Ilmu Komunikasi (DEMA FDIK) UIN Raden Intan Lampung (UIN RIL) mendatangi Kantor Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Provinsi Lampung pada Senin (24/2/2026). Kunjungan ini bertujuan untuk menindaklanjuti tuntutan aksi massa terkait permasalahan legalitas peserta didik di SMA Siger Bandar Lampung.

Dalam audiensi tersebut, rombongan mahasiswa diterima langsung oleh Kepala Disdikbud Provinsi Lampung, Thomas Amirico. Fokus utama diskusi adalah mencari solusi konkret atas penolakan izin operasional SMA Siger yang diterbitkan pada 3 Februari 2026 lalu, yang berdampak pada ketidakpastian status pendidikan para siswanya.

Thomas Amirico menjelaskan bahwa pemerintah telah mengambil langkah untuk menyelamatkan hak belajar siswa. Ia menginstruksikan agar para siswa segera dipindahkan ke sekolah swasta lain yang memiliki legalitas resmi. Hal ini dilakukan demi menjamin integrasi data di Data Pokok Pendidikan (Dapodik) dan penerbitan Nomor Induk Siswa Nasional (NISN).

“Proses penyelesaian sudah berjalan. Hasil diskusi kami, Insyaallah, sebelum penerimaan siswa baru, siswa-siswi SMA Siger sudah harus dipindahkan ke sekolah yang memiliki kelayakan, baik secara administrasi maupun operasional pembelajaran. Kami pasti akan membantu itu,” ujar Thomas saat memberikan penjelasan di kantornya, Selasa (24/2/2026).

Menanggapi hal tersebut, Pengurus Kaderisasi PMII Rayon Tarbiyah UIN Raden Intan Lampung, Aldi Pamungkas, mengecam keras situasi yang terjadi di lapangan. Ia menegaskan bahwa masa depan para siswa harus menjadi prioritas, dan para guru pun harus memperoleh kepastian atas hak-hak mereka.

Aldi menjelaskan bahwa pihaknya bersama DEMA FDIK dan PMII Rayon Dakwah dan Ilmu Komunikasi (RDIK) UIN RIL telah terjun langsung berdiskusi dengan wali murid dan para siswa untuk mendengarkan secara langsung keluhan serta keresahan yang mereka rasakan.

“Kondisi yang dialami para siswa tersebut menjadi perhatian serius kami. Harapan mereka terhadap mahasiswa menjadi dasar komitmen kami untuk terlibat aktif dalam upaya penyelesaian polemik ini. Kami juga telah melakukan kajian dan diskusi mendalam mengenai persoalan pendidikan di SMA Siger sejak awal,” ujarnya.

Aldi menegaskan bahwa PMII Rayon Tarbiyah memiliki beban moral dalam persoalan pendidikan yang terjadi di bangsa ini, khususnya di Kota Bandar Lampung.

"PMII Rayon Tarbiyah akan terus berkomitmen mempertahankan nilai-nilai kebenaran, kejujuran, dan keadilan. Ini adalah bentuk implementasi nilai-nilai PMII di tengah-tengah masyarakat," tutup Aldi.

Advertisements
Share:
Editor: Redaksi Harian Kandidat
Source: Harian Kandidat

BACA JUGA

Advertisements
© 2024 Hariankandidat.co.id. All Right Reserved.