HARIANKANDIDAT.CO.ID – Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kabupaten Pesawaran nampaknya “Cuek” terhadap dugaan penggelembungan anggaran proyek pengadaan laptop senilai Rp5 miliar.
Pasalnya, Kepala Disdikbud Pesawaran, Anca Martha Utama, tidak merespons permintaan konfirmasi media ini hingga Rabu (15/04) yang telah disampaikan berulang kali melalui pesan singkat WhatsApp.
Usut Punya usut, Sikap Diam tersebut memunculkan pertanyaan publik terkait transparansi pengelolaan anggaran di instansi tersebut.
Sejak, Rabu 8 April 2026 lalu LSM dipeswaran telah melaporkan dugaan penyimpangan pengadaan Laptop yang mncapai miliaran rupiah tersebut
Ketua DPC GARDA P3ER Pesawaran, Sabturizal, menyebut pengadaan 200 unit laptop dianggarkan sekitar Rp25 juta per unit. Nilai tersebut dinilai tidak wajar karena harga pasaran untuk spesifikasi serupa diperkirakan hanya berkisar antara Rp13 juta hingga Rp18 juta.
“Selisih harga ini menjadi indikasi adanya penggelembungan anggaran,” ujarnya.
Selain itu, pihaknya juga mengungkap dugaan pungutan liar sebesar Rp500 ribu per unit atau sekitar Rp100 juta dari total pengadaan. Pungutan tersebut diduga melibatkan oknum di tingkat Koordinator Kecamatan (Korcam) Unit Pelaksana Teknis (UPT) Pendidikan.
Menanggapi laporan tersebut, Kepala Seksi Tindak Pidana Khusus (Kasi Pidsus) Kejari Pesawaran, Fuad Alfano Adi Chandra, menyatakan perkara masih dalam tahap awal.
“Masih dalam proses telaahan,” katanya singkat.
(Hen)