LPW Sorot Kejiwaan Oknum Brimob

Redaksi - Rabu, 05 Mar 2025 - 23:33 WIB
LPW Sorot Kejiwaan Oknum Brimob
Psikologi Pemegang Senjata Harus Dievaluasi! LPW usulkan tes mental berkala bagi aparat kepolisian. - Dokumen
Advertisements

HARIANKANDIDAT.CO.ID – Ketua Lampung Police Watch (LPW), M.D. Rizani, menanggapi insiden peluru nyasar yang kembali terjadi di pesta adat Begawi di Lampung Tengah (Lamteng) pada Senin (13/02/2025) lalu. Insiden tersebut diduga melibatkan seorang oknum Brimob berinisial DK.

Menurut Rizani, penggunaan senjata api harus dikontrol secara ketat karena merupakan alat yang mematikan. Senjata api dapat merenggut nyawa apabila digunakanoleh orang yang tidak mampu dan tidak mempunyai kapasitas dalam penggunaannya.

"Kami selalu mengingatkan bahwa Senjata Api adalah alat yang dapat membahayakan nyawa apabila digunakan oleh orang-orang yang tidak mampu mengendalikan diri," ujarnya.

Ia juga menyoroti aspek psikologis dari pemegang Senjata Api. Ada potensi gangguan kejiwaan yang bisa melekat pada pengguna senjata api. 

" Senjata ini bisa menimbulkan ketergantungan terhadap suara, getaran, hingga bau mesiu, yang pada akhirnya dapat mempengaruhi kondisi mental seseorang,” jelasnya.

Oleh karena itu, Rizani menekankan pentingnya pengetatan dalam pemberian izin kepemilikan senjata bagi anggota kepolisian. Setiap pemegang senjata harus melalui seleksi ketat. 

" Pintu awal pemberian kartu senjata harus diperketat agar hanya yang benar-benar memenuhi syarat yang bisa menggunakannya,” tegasnya.

Ia juga mengkritisi penggunaan senjata api rakitan dalam insiden di Lampung Tengah. Senjata rakitan tidak memiliki jaminan kualitas. Sistem pemicunya tidak dapat dipastikan keamanannya.

" Sehingga bisa saja meledak hanya karena getaran. Ini yang sering menyebabkan peluru nyasar dan insiden tak terduga lainnya,” tambahnya.

Lebih lanjut, Rizani menyoroti risiko yang dihadapi anggota kepolisian yang menggunakan Senjata Api, baik legal maupun ilegal. Banyak kasus di mana anggota menembak sesama rekan, pimpinan, bahkan dirinya sendiri. 

" Ini menunjukkan bahwa Senjata Api dapat meningkatkan keberanian berlipat ganda bagi pemiliknya,” ungkapnya.

Ia juga menekankan pentingnya evaluasi berkala terhadap kondisi psikologis anggota kepolisian. Harus ada evaluasi per triwulan terhadap pemegang Senjata Api

" Memang, saat seseorang diberikan izin senjata, kondisi mentalnya mungkin stabil, tetapi tekanan hidup seperti masalah keluarga, perceraian, atau beban pekerjaan bisa mempengaruhi kejiwaannya,” paparnya.

Sebagai penutup, Rizani mengingatkan bahwa tugas pimpinan kepolisian adalah memantau dan mengawasi kondisi mental serta perilaku anak buahnya. 

“Pengawasan ini penting untuk mencegah penyalahgunaan Senjata Api dan memastikan keamanan bagi masyarakat luas,” tutupnya. 

(Vrg)

Advertisements
Share:
Editor: Redaksi
Source: Harian Kandidat

BACA JUGA

Advertisements

BERITA POPULER

  1. #1
  1. #2
  1. #3
  1. #4
  1. #5
Advertisements

BERITA TERBARU

Advertisements

BERITA PILIHAN

Advertisements

TAG POPULER

  1. #1
  1. #2
  1. #3
  1. #4
  1. #5
Advertisements

VIDEO TERBARU

Advertisements
© 2024 Hariankandidat.co.id. All Right Reserved.