HARIANKANDIDAT.CO.ID — Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW ke-1448 Hijriah di MIS Al Hikmah berlangsung meriah dan penuh makna. Mahasiswa KKN Tematik Mengajar UIN Raden Intan Lampung turut ambil bagian dalam menyukseskan kegiatan tersebut melalui berbagai penampilan kreatif yang melibatkan langsung para peserta didik.
Kegiatan yang dilaksanakan di lingkungan MIS Al Hikmah tersebut menjadi bagian dari program pengabdian mahasiswa selama menjalankan KKN. Pelaksanaannya juga berada di bawah pendampingan Dosen Pembimbing Lapangan (DPL), Dr. Rizki Wahyu Yunian Putra, M.Pd.
Beragam penampilan menghiasi rangkaian kegiatan, mulai dari nasyid, voice song, pembacaan puisi, hingga hadroh. Seluruh penampilan tersebut dipersiapkan melalui proses latihan dan pendampingan yang dilakukan mahasiswa KKN bersama para siswa MIS Al Hikmah.
Bagi mahasiswa, keterlibatan siswa dalam kegiatan tersebut bukan sekadar untuk memeriahkan peringatan Maulid Nabi. Proses persiapan hingga tampil di hadapan para guru dan peserta kegiatan menjadi ruang bagi siswa untuk mengembangkan bakat, kreativitas, keberanian, sekaligus rasa percaya diri.
Momentum tersebut juga dimanfaatkan mahasiswa KKN untuk mengintegrasikan nilai-nilai pendidikan karakter dalam kegiatan keagamaan. Para siswa tidak hanya diajak mengenal sosok Nabi Muhammad SAW, tetapi juga memahami dan meneladani akhlak Rasulullah dalam kehidupan sehari-hari.
Salah satu mahasiswa KKN Tematik Mengajar UIN Raden Intan Lampung, Aldi Pamungkas, mengatakan bahwa kegiatan Maulid Nabi tidak semestinya berhenti pada aspek seremonial.
“Pada kesempatan ini, kami tidak hanya menggelar sebuah acara seremonial saja, namun esensi yang terkandung dalam acara tersebut yang menjadi tujuan utama kami,” jelas Aldi.
Menurutnya, peringatan Maulid Nabi dapat menjadi momentum untuk kembali menanamkan nilai-nilai keteladanan Rasulullah SAW kepada generasi muda. Nilai kejujuran, kesabaran, tanggung jawab, kepedulian terhadap sesama, dan akhlak mulia diharapkan tidak hanya dipahami secara teori, tetapi juga diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.
Dalam prosesnya, mahasiswa KKN tidak hanya bertindak sebagai penyelenggara, tetapi juga menjadi pendamping bagi peserta didik. Latihan nasyid, voice song, puisi, hingga hadroh menjadi bagian dari interaksi mahasiswa dengan siswa selama menjalankan program KKN di MIS Al Hikmah.
Mahasiswa KKN lainnya, Nursabila Sholeha, menilai keterlibatan dalam kegiatan tersebut menjadi salah satu bentuk nyata pengimplementasian Tri Dharma Perguruan Tinggi.
“Ini menjadi salah satu bentuk komitmen kami dalam pengimplementasian Tri Dharma Perguruan Tinggi, yaitu pendidikan, penelitian, dan pengabdian,” jelas Nursabila Sholeha.
Kegiatan tersebut menunjukkan bahwa pengabdian mahasiswa di lingkungan sekolah dapat dikemas melalui pendekatan pendidikan yang kreatif dan partisipatif. Kolaborasi antara mahasiswa, guru, dan peserta didik menjadi salah satu faktor penting dalam menciptakan kegiatan keagamaan yang tidak hanya berlangsung meriah, tetapi juga memberikan nilai edukatif.
Dengan pendampingan Dr. Rizki Wahyu Yunian Putra, M.Pd., selaku Dosen Pembimbing Lapangan, mahasiswa KKN Tematik Mengajar UIN Raden Intan Lampung terus didorong untuk menghadirkan program yang memberikan manfaat bagi lingkungan sekolah dan masyarakat tempat mereka mengabdi.
Sementara itu, salah satu mahasiswa KKN, Eka Nopianto, berharap momentum Maulid Nabi dapat memberikan dampak terhadap sikap dan perilaku peserta didik.
“Harapannya dalam kegiatan Maulid Nabi kali ini, siswa-siswi MIS Al Hikmah bisa meneladani nilai-nilai yang terkandung dalam diri Rasulullah SAW,” ucap Eka.
Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW ke-1448 Hijriah di MIS Al Hikmah akhirnya menjadi lebih dari sekadar agenda tahunan. Di balik lantunan nasyid, suara hadroh, pembacaan puisi, dan penampilan para siswa, terselip pesan tentang pentingnya menghadirkan kembali keteladanan Rasulullah SAW dalam kehidupan generasi muda.
Bagi mahasiswa KKN Tematik Mengajar UIN Raden Intan Lampung, keberhasilan kegiatan tidak hanya diukur dari kemeriahan acara, tetapi juga dari sejauh mana nilai yang disampaikan mampu meninggalkan kesan dan menjadi pembelajaran bagi para peserta didik.
Hal tersebut sejalan dengan harapan Muhammad Alfin Rachdollah Jaya, mahasiswa KKN lainnya, yang menilai peringatan Maulid Nabi dapat menjadi titik awal untuk menumbuhkan kecintaan generasi muda kepada Rasulullah SAW.
“Perayaan Maulid ini juga tidak berhenti hanya pada persoalan meriah saja, namun ini juga bisa menjadi awal untuk menumbuhkan rasa cinta kita kepada Rasulullah SAW,” tutup Alfin.
Pada akhirnya, memperingati Maulid Nabi bukan hanya tentang mengenang kelahiran Rasulullah SAW, tetapi juga tentang bagaimana menumbuhkan kecintaan kepada beliau serta menjadikan akhlak dan keteladanannya sebagai pedoman dalam kehidupan sehari-hari.