FOKAL IMM Pertanyakan Kelayakan Latsarmil bagi Calon Manajer Kopdes

Redaksi Harian Kandidat - Kamis, 25 Jun 2026 - 12:14 WIB
FOKAL IMM Pertanyakan Kelayakan Latsarmil bagi Calon Manajer Kopdes
Tragedi Latsarmil jadi perhatian publik, FOKAL IMM dorong transparansi dan akuntabilitas penyelenggara. - Harian Kandidat
Advertisements

HARIANKANDIDAT.CO.ID – Forum Keluarga Alumni Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (FOKAL IMM) Lampung menyampaikan duka cita mendalam atas meninggalnya sejumlah calon Manajer Koperasi Desa Merah Putih saat mengikuti kegiatan Latihan Dasar Semi Militer (Latsarmil).

Ketua FOKAL IMM Lampung, Edi Agus Yanto, S.I.P., S.H., M.H., meminta pemerintah dan instansi terkait melakukan investigasi yang transparan, independen, dan menyeluruh guna mengungkap penyebab meninggalnya para peserta.

"Kami turut berduka cita yang mendalam atas meninggalnya para calon Manajer Koperasi Desa Merah Putih saat mengikuti kegiatan Latsarmil. Peristiwa ini tidak boleh dianggap sebagai kejadian biasa, melainkan harus menjadi perhatian serius seluruh pihak yang bertanggung jawab atas penyelenggaraan kegiatan tersebut," kata Edi dalam keterangan tertulis, Kamis (25/6/2026).

Menurut Edi, keselamatan peserta harus menjadi prioritas utama dalam setiap program pemerintah, terutama program yang bertujuan menyiapkan sumber daya manusia untuk pembangunan desa.

Ia menegaskan masyarakat berhak mengetahui apakah standar operasional prosedur, aspek kesehatan, kelayakan materi pelatihan, serta mekanisme pengawasan telah dijalankan dengan benar selama kegiatan berlangsung.

"Publik berhak mengetahui apakah standar operasional, aspek kesehatan, kelayakan materi pelatihan, serta mekanisme pengawasan telah dijalankan dengan benar. Jika ditemukan adanya kelalaian atau pelanggaran prosedur, maka harus ada pertanggungjawaban yang jelas sesuai ketentuan hukum yang berlaku," ujarnya.

Edi juga menilai jabatan Manajer Koperasi Desa Merah Putih merupakan jabatan sipil yang mengutamakan kompetensi keilmuan, kemampuan manajerial, dan tata kelola organisasi sehingga tidak dapat disamakan dengan proses seleksi maupun pendidikan militer yang berorientasi pada kemampuan fisik.

"Manajer koperasi tentu berbeda dengan proses seleksi militer. Jabatan ini merupakan jabatan sipil yang mengutamakan keilmuan, kemampuan manajemen, dan tata kelola organisasi. Oleh karena itu, metode pelatihan harus disesuaikan dengan kebutuhan kompetensi jabatan dan tetap mengedepankan keselamatan peserta," tegasnya.

Ia juga mendorong evaluasi menyeluruh terhadap pola pelatihan yang diterapkan agar kejadian serupa tidak kembali terulang.

"Semangat membangun desa tidak boleh dibayar dengan hilangnya nyawa peserta. Negara wajib memastikan setiap program berjalan efektif, profesional, dan mengedepankan keselamatan manusia sebagai prioritas utama. Semoga cukup tiga nyawa yang melayang dan jangan sampai ada korban berikutnya," pungkasnya.

(Hen)

Advertisements
Share:
Editor: Redaksi Harian Kandidat
Source: Harian Kandidat

BACA JUGA

Advertisements
© 2024 Hariankandidat.co.id. All Right Reserved.