Polda Lampung Sita 9.800 Lembar Uang Diduga Palsu di Bakauheni

Redaksi - Selasa, 20 Okt 2026 - 18:07 WIB
Polda Lampung Sita 9.800 Lembar Uang Diduga Palsu di Bakauheni
Polda Lampung mengamankan 9.800 lembar uang pecahan Rp100.000 yang diduga palsu saat pemeriksaan bus di Pelabuhan Bakauheni, Lampung Selatan. - Dokumentasi
Advertisements

HARIANKANDIDATLCO.ID — Direktorat Reserse Kriminal Khusus Polda Lampung mengamankan 9.800 lembar uang kertas pecahan Rp100.000 yang diduga palsu dalam pemeriksaan sebuah bus di kawasan Pelabuhan Bakauheni, Lampung Selatan.

Dalam pengungkapan tersebut, polisi turut menangkap seorang pria berinisial AW yang diduga berperan sebagai kurir dalam pengiriman uang dari Medan menuju Jakarta.

Kasus tersebut diungkap pada Kamis (8/10/2026) sekitar pukul 06.00 WIB. Saat itu, petugas melakukan pemeriksaan terhadap bus Sempati Star dengan nomor polisi BL 776 A yang masuk ke kawasan Pelabuhan Bakauheni, Kecamatan Bakauheni.

Dari pemeriksaan tersebut, petugas menemukan sejumlah uang pecahan Rp100.000 yang dicurigai tidak asli. AW kemudian diamankan bersama barang-barang yang diduga berkaitan dengan pengiriman tersebut.

Dalam ekspose perkara di Siger Lounge Polda Lampung, Selasa (20/10/2026).

Selain 9.800 lembar uang pecahan Rp100.000 yang diduga palsu, barang bukti lainnya berupa satu botol Le Minerale, lima bungkus kertas tulis putih, satu unit telepon seluler Poco M7, satu tiket bus Sempati Star, serta satu kain sarung.

Polisi menduga uang tersebut dibawa menggunakan jalur transportasi darat dari Medan menuju Jakarta. Penyidik masih melakukan pendalaman untuk mengetahui tujuan akhir pengiriman serta pihak yang berada di balik peredaran uang tersebut.

Direktur Reserse Kriminal Khusus Polda Lampung mengatakan pemeriksaan terhadap AW masih terus dilakukan. Penyidik juga mendalami kemungkinan adanya pihak lain yang terlibat dalam proses pengiriman.

Tim kepolisian bahkan telah bergerak ke Medan untuk mengembangkan perkara dan menelusuri asal uang yang diduga palsu tersebut.

Polda Lampung memastikan penyidikan tidak berhenti pada penangkapan kurir. Polisi masih berupaya mengungkap jaringan yang diduga memasok serta mengatur pengiriman uang tersebut.

Masyarakat diminta berhati-hati ketika menerima uang tunai, khususnya dalam transaksi dengan nominal besar. Uang yang diragukan keasliannya dapat diperiksa lebih lanjut melalui perbankan atau Bank Indonesia.

Perkara tersebut masih dalam proses penyidikan untuk memastikan peran masing-masing pihak serta rangkaian tindak pidana yang diduga terjadi.

Advertisements
Share:
Editor: Redaksi
Source: Redaksi

BACA JUGA

Advertisements

BERITA POPULER

  1. #1
  1. #2
  1. #3
  1. #4
  1. #5
Advertisements

BERITA TERBARU

Advertisements

BERITA PILIHAN

Advertisements

TAG POPULER

  1. #1
  1. #2
  1. #3
  1. #4
  1. #5
Advertisements

VIDEO TERBARU

Advertisements
© 2024 Hariankandidat.co.id. All Right Reserved.