HARIANKANDIDAT.CO.ID – Setelah melalui proses persiapan selama 45 hari, Dapur SPPG Rengas Bekri akhirnya diresmikan dan diluncurkan secara resmi, ditetapkan sebagai dapur percontohan terbaik. Peresmian ini menandai kesiapan operasional penuh dapur tersebut, sesuai dengan petunjuk teknis (juknis) yang ditetapkan oleh Badan Gizi Nasional (BGN).
Acara peluncuran yang berlangsung sukses tersebut dihadiri langsung oleh Kepala KPPG Lampung - Bengkulu, Achmad Hery Setiawan, SE., MM., yang bertindak sebagai peresmi. Turut hadir dalam kesempatan ini Kepala Daerah setempat serta perwakilan dari instansi-instansi terkait, menunjukkan dukungan penuh terhadap program strategis ini.
Dalam sambutannya, Achmad Hery Setiawan menyatakan bahwa Dapur SPPG Rengas Bekri diharapkan tidak hanya menjadi model dan referensi bagi dapur-dapur SPPG lainnya, tetapi juga selaras dengan visi pemerintahan nasional dalam meningkatkan ketahanan pangan dan gizi masyarakat.
"Keberhasilan pembangunan dan persiapan dapur ini dalam waktu relatif singkat patut diapresiasi. Kini, Dapur Rengas Bekri siap memberikan pelayanan terbaik kepada para penerima manfaat. Ini adalah bentuk nyata dari komitmen kita untuk menyediakan makanan bergizi di tingkat akar rumput, yang sejalan dengan semangat Program Makanan Bergizi Gratis (MBG) yang diusung oleh Presiden Prabowo Subianto," ujarnya.
Dapur yang dikepalai oleh M. Yudha Wastu Pradana, SE., dan berada di bawah naungan Yayasan Talenta Karya Mandiri ini, memiliki tanggung jawab besar. Secara operasional, dapur ini akan melayani dan menaungi sebanyak 2.500 penerima manfaat (PM). Rinciannya adalah 2.100 PM untuk kalangan siswa dan 400 PM lainnya.
Program Makanan Bergizi Gratis (MBG) yang merupakan janji kampanye utama Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka, bertujuan menyediakan makanan sehat dan bergizi secara gratis bagi anak-anak sekolah dan ibu hamil guna memerangi stunting dan meningkatkan kualitas sumber daya manusia. Keberadaan Dapur SPPG seperti di Rengas Bekri ini dipandang sebagai infrastruktur kunci dan contoh riil yang dapat mendukung dan mengakselerasi implementasi program MBG tersebut di tingkat daerah.
Dengan kapasitas dan skala pelayanan tersebut, Dapur Percontohan SPPG Rengas Bekri diharapkan dapat berkontribusi signifikan dalam meningkatkan akses gizi masyarakat, sekaligus menjadi benchmark dan pembelajaran bagi pengembangan dapur serupa di wilayah lain dalam rangka mendukung program prioritas nasional.
Ke depan, semua pihak berharap agar sinergi antara program di tingkat daerah seperti ini dengan kebijakan nasional dapat semakin diperkuat, sehingga manfaatnya benar-benar dirasakan oleh seluruh penerima manfaat yang menjadi sasarannya.
