UMKM Bandar Lampung Minta Perhatian Pemerintah

Redaksi Harian Kandidat - Kamis, 12 Feb 2026 - 14:51 WIB
UMKM Bandar Lampung Minta Perhatian Pemerintah
Pedagang kecil dan UMKM di Bandar Lampung berharap pemerintah memberikan keringanan biaya, bantuan modal, serta lokasi usaha yang layak agar mereka bisa bertahan dan berkembang, khususnya menjelang Ramadan. - Ali
Advertisements

HARIANKANDIDAT.CO.ID – Sejumlah pedagang kecil dan pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di Kota Bandar Lampung berharap adanya perhatian lebih dari pemerintah daerah agar mereka dapat berkembang dan bertahan di tengah kondisi ekonomi yang masih menantang. Aspirasi tersebut disampaikan pada Kamis (12/2/2026).

Harapan itu diungkapkan oleh Ibu Iyem, salah satu pedagang kecil UMKM di Bandar Lampung. Ia mewakili suara para pedagang yang menginginkan kebijakan yang lebih berpihak, khususnya terkait biaya yang dibebankan saat mengikuti kegiatan maupun berjualan di lokasi yang telah ditentukan.

"Setiap ada kegiatan dan kami diinformasikan untuk berjualan, biasanya kami harus membayar iuran atau semacam wajib pajak. Kami berharap ada keringanan dan jangan terlalu mahal, supaya pedagang kecil yang masih merintis bisa tetap berjualan," ujar Ibu Iyem saat diwawancarai Hariankandidat.

Menurutnya, biaya yang dinilai cukup tinggi kerap menjadi kendala bagi pedagang kecil dengan Modal terbatas. Kondisi tersebut membuat sebagian pedagang kesulitan mengikuti kegiatan yang sebenarnya berpotensi meningkatkan pendapatan mereka.

Selain meminta keringanan biaya, para pedagang juga berharap adanya bantuan tambahan Modal usaha bagi pelaku usaha yang baru memulai. Bantuan tersebut dinilai sangat penting untuk menunjang keberlangsungan usaha kecil yang masih dalam tahap perintisan.

"Kami juga minta bantuan Modal usaha untuk pedagang yang baru jalan. Usaha kecil seperti kami sangat butuh tambahan modal supaya bisa berkembang," tambahnya.

Tak hanya itu, para pedagang juga mengharapkan kepastian lokasi berjualan yang resmi dan terjangkau. Dengan adanya tempat usaha yang difasilitasi pemerintah, mereka merasa lebih tenang dan tidak khawatir terhadap kemungkinan penertiban.

Menjelang bulan suci Ramadan, para pedagang berharap pemerintah dapat menyediakan lokasi khusus berjualan tanpa membebankan biaya sewa yang tinggi. Mereka mengaku tidak keberatan apabila dikenakan biaya kebersihan selama masih dalam batas yang wajar.

"Apalagi ini sudah mau puasa. Kami berharap nanti saat bulan puasa bisa berjualan di tempat yang sudah ditentukan pemerintah tanpa harus membayar mahal. Kalau untuk pembayaran kebersihan, kami tidak keberatan," jelas Ibu Iyem.

Para pedagang kecil berharap aspirasi tersebut dapat menjadi perhatian pemerintah daerah. Mereka menilai dukungan berupa keringanan biaya, bantuan modal, serta penyediaan lokasi usaha yang layak akan sangat membantu Umkm sebagai salah satu penggerak perekonomian daerah, khususnya dalam momentum peningkatan aktivitas ekonomi selama Ramadan.

(Ali)

Advertisements
Share:
Editor: Redaksi Harian Kandidat
Source: Harian Kandidat

BACA JUGA

Advertisements

BERITA POPULER

  1. #1
  1. #2
  1. #3
  1. #4
  1. #5
Advertisements

BERITA TERBARU

Advertisements

BERITA PILIHAN

Advertisements

TAG POPULER

  1. #1
  1. #2
  1. #3
  1. #4
  1. #5
Advertisements

VIDEO TERBARU

Advertisements
© 2024 Hariankandidat.co.id. All Right Reserved.